Jumat, 28 Agustus 2015

Semua orang adalah Penting

Suatu ketika, di sebuah kelas, ada pelajaran dari seorang mahaguru. Ia adalah seorang bijak yang dikenal dengan berbagai kepandaian dan kepiawaiannya menyelesaikan semua masalah. Karena itu, murid-murid dalam kelas tersebut sangat antusias mendapatkan ilmu dari sang guru.

“Saya akan mengajarkan apa yang penting untuk kehidupan kalian. Namun, sebelumnya, saya akan mengajukan beberapa pertanyaan mendasar yang harus kalian jawab dalam kertas yang sudah dibagikan. Mohon jawab dengan sebaik mungkin dan harap dijawab semua pertanyaan yang ada,” seru sang mahaguru kepada semua siswa.

Tampak kemudian, para siswa sibuk dengan kertas dan pulpen di tangan masing-masing. Mereka sangat antusias berusaha menjawab satu demi satu pertanyaan dalam kertas yang sudah dibagikan.

Beberapa waktu kemudian…

“Baik, waktu sudah habis. Silakan kumpulkan semua jawaban,” seru beliau.

Segera, murid-murid pun mengumpulkan jawaban. Namun, sepertinya, ada wajah kurang puas di antara murid-murid. Mereka tampak saling bertanya-tanya satu sama lain, berusaha membandingkan jawaban masing-masing.

Melihat hal tersebut, guru lantas bertanya, “Mengapa ribut? Ada yang sulit dari pertanyaan tadi?”

Tampak, seorang murid mengacungkan jarinya. “Sebenarnya pertanyaan yang Guru ajukan bisa kami jawab. Guru bertanya tentang arti sukses, gagal, tentang mimpi-mimpi kami dan berbagai hal yang akan kami lakukan dalam hidup ini. Tapi, ada satu pertanyaan yang menurut kami di luar itu semua. Pada pertanyaan terakhir, Guru bertanya, siapa nama tukang bersih-bersih yang membersihkan sekolah kami tadi pagi? Apa maksud Guru bertanya demikian?”

Sang guru tampak tersenyum. “Baiklah. Akan aku jawab rasa penasaran kalian. Namun sebelumnya, siapakah di antara kalian yang sudah menjawab pertanyaan tersebut?”

Murid-murid kembali saling berpandangan. Rupanya, tak ada satu pun yang mampu menjawab dengan benar. Mereka hanya menyebut Pak Tukang Bersih-Bersih, Pak Murah Senyum, dan aneka sebutan yang mencirikan fisik atau kebiasaan dari tukang bersih-bersih di sekolah mereka. Tapi, tak ada satu pun yang menyadari siapa nama asli dari tukang bersih-bersih yang merapikan sekolah mereka setiap hari.

Mahaguru itu pun mengangguk-angguk dan tersenyum simpul melihat murid-murid baru menyadari jika mereka tak ada satu pun yang tahu nama tukang bersih-bersih di sekolah mereka. “Benar... tak ada satu pun yang tahu? Baiklah. Namanya Pak Ali. Dia adalah perantauan dari luar pulau dan sudah bekerja di sini 20 tahun lebih,” terang sang mahaguru.

Mengetahui informasi yang baru diketahui itu, seorang murid lantas bertanya. “Guru, terima kasih telah mengingatkan kami pada sosok tukang bersih-bersih di sekolah ini. Tapi, lantas apa hubungannya dengan pelajaran yang akan Guru berikan?” tanya si murid.

“Bagus sekali pertanyaanmu. Yang ingin Bapak sampaikan sebenarnya sederhana, namun sangat penting. Yakni, jangan pernah meremehkan siapa pun orang di sekelilingmu. Pembantumu, gurumu, orangtuamu, tukang antarmu, dan siapa pun di sekelilingmu. Sebab, mereka adalah orang-orang penting, entah apa pun peran mereka, yang akan membantumu meraih sukses di berbagai bidang. Karena itu, hargailah mereka. Hormatilah siapa pun orang di sekelilingmu. Maka, kamu pun akan menjadi manusia berharga dan terhormat, serta mampu jadi manusia seutuhnya,” ucap sang guru bijak. meraih sukses di berbagai bidang. Karena itu, hargailah mereka. Hormatilah siapa pun orang di sekelilingmu. Maka, kamu pun akan menjadi manusia berharga dan terhormat, serta mampu jadi manusia seutuhnya,” ucap sang guru bijak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar